5 Saksi Pencemaran Nama Baik Kasek SDN 7, Mukhtar : PERTAMINA Pernah Bantu Rp.100 juta ke Rekening Sekolah

0
457

BengkuluKito.Com,- Ada yang menarik dari keterangan Saksi-Saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perkara Pencemaran Nama Baik atau Fitnah yang diduga dilakukan wali murid Terdakwa Isdarmi atas Laporan Kepala Sekolah SDN 7 Kota Bengkulu di Pengadilan Negeri Klas 1 A Bengkulu (22/10/2018).

Sebagaimana di terangkan didalam keterangan Ketua Komite SDN 7 Kota Bengkulu Saksi Mukhtar D, awalnya menceritakan saat Kepala Sekolah SDN 7 Priyanti menjadi kepala sekolah dan menyampaikan rencana pembangunan musholla, dan ketika itu dibuat rapat bersama komite dan paguyuban kelas.

“Awal kepala sekolah ditempatkan di SDN 7 Kota Bengkulu, kepala sekolah mengundang saya dan membicarakan rencana untuk membangun Mushollah dan meminta saya menelenggarakan rapat di Komite Sekolah dan wakil wali murid berdasarkan paguyuban kelas”

Ditambahkannya, Mukhtar sebagai Ketua Komite besarannya ditentukan tetapi tidak dipaksakan berapapun sumbangannya. namun keterangan ini terbantahkan sendiri oleh Saksi Mukhtar ketika Kuasa Hukum Terdakwa Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH menunjukkan Bukti Kartu pembayaran sumbangan yang nilainya sebesar Rp.5.000,- dan tidak ada nilai dibawah Rp.5.000,- seperti yang dijelaskan Saksi Mukhtar.

“Saksi, tolong saksi jelaskan apakah bukti kartu pembayaran sumbangan ini benar ? Saksi Mukhtar iya benar, Apakah ini tandatangan saksi ? iya benar, Apakah ini tandatangan Kepala Sekolah ? Iya Benar, lalu apakah semua membayar Rp.5.000 sebagaimana tertera dalam kartu ? iya benar” tanya jawab Penasihat Hukum Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH dengan Saksi Mukhtar.

Baca juga : Perjuangan Hak Orang Tua Siswa, Ibu Rumah Tangga Malah Jadi Terdakwa

Ketika Penasihat Hukum Terdakwa mempertanyakan perihal adanya sumbangan dana pembangunan Musholla Rp.100.000.000,- dari salah satu BUMN PT.Pertamina, Saksi Mukhtar membenarkan dan menjelaskan bahwa dana tersebut masuk ke rekening sekolah dan tidak tahu penggunaan dana tersebut.

“Saya mengetahui ada bantuan Pertamina sebesar Rp.100.000.000,-, PT. Pertamina saat itu membuat MOU dengan sekolah karena yang mengajukan sekolah, uangnya juga masuk ke rekening sekolah dan saya tidak tahu mengenai pengelolaan dana tersebut” Terang Saksi Mukhtar dihadapan persidangan.

Saksi Mukhtar juga mengetahui ada sumbangan dari pihak-pihak yang lain namun ketika ditanya siapa saja dan berapa besarnya Saksi Mukhtar menyatakan Lupa kalo rinciannya.

Selain Ketua Komite, Saksi yang dihadirkan oleh JPU juga bendahara pembangunan musholla Nur Azmi. Saksi menerangkan jika sumbangan Rp.5.000,- tersebut selain untuk membangun musholla namun juga untuk membayar gaji honorer.

“Sumbangan dari wali murid Rp.5.000 setiap jumat per wali murid memang ada, sumbangan wali murid terkumpul sejak bulan september 2017- April 2018 dengan jumlah total Rp.31.078.000,- namun uang tersebut bukan hanya untuk pembangunan sekolah, uang tersebut untuk tambahan honorer juga” terang Nur Azmi dihadapan persidangan.

Ketika ditanya oleh hakim, bukankah gaji honorer itu berasal dari Dana BOS ? Saksi menjawab sebahagaian dari sumbangan itu hanya untuk tambahan gaji honorer.

“iya pak, namun sebagian uang yang terkumpul untuk tambahannya saja gaji honorer” jawab Saksi Nur Azmi.

Selanjutnya, Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH menanyakan kembali Saksi Mukhtar, sebagai Komite Sekolah apakah Saksi pernah menerima laporan penggunaan dana atau tentang keuangan dari Saksi Nur Azmi sebagai Bendahara Pembangunan Mushollah ?

“Saya tidak pernah menerima laporan keuangan ataupun pembelian, karena setiap ada uang langsung diterapkan, jadi tidak ada laporan mingguan, bulanan atau triwulan dari bendahara”

Menutup pemeriksaan keterangan saksi, Usin kembali bertanya kepada ketiga Saksi yakni Saksi Mukhtar, Saksi Nur Azmi dan Saksi Alhidayah perihal apakah Laporan Wali Murid tersebut di DPRD Kota Bengkulu ada tindaklanjut dari DPRD Kota Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu, Kejaksaan atau Kepolisian, seluruh saksi menyatakan belum ada tindak lanjut dari laporan tersebut. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here