Mantan Kades Gembung Calon DPRD BU, Santo: Tidak Ada Yang Berjuang Pembangunan di Wilayah Kami

0
605

BengkuluKito.Com,- Kondisi buruknya fasilitas dan akses transportasi di Kecamatan Pinang Raya terutama penghubung antar desa di pedalaman sangat memprihatinkan masyarakat yang tinggal di desa transmigrasi Lapindo, desa Muara Santan, Kinal Jaya, Tangjung Kemenyan, Teluk Anggung dan sekitarnya.

Hal ini disampaikan salah satu Relawan Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembangunan (JKPP) Gawan Sanuki yang juga tinggal di Desa Bukit Harapan Kecamatan Pinang Raya.

“Kondisi akses transportasi penghubung desa didalam kecamatan Pinang Raya ke desa pedalaman seperti didaerah gembung dan sekitarnya.” Ujar Relawan JPKP Gawan Sanuki

Ditambahkan Gawan Sanuki, Mungkin karna udah bertahun-tahun setenggah atau kurang perhatian kiranya pemda membangun jalan tersebut.

“Pembangunan dan peningkatan jalan ini sangat berpengaruh bagi ekonomi masarakat di daerah ini, mereka bisa melakukan aktivitas untuk menjual hasil pertanian tidak lagi terhambat” harap relawan JPKP yang memiliki semboyan Melayani Sepenuh Hati ini.

Gambaran keluhan para petani juga dikemukakan oleh Ketua Serikat Tani Bengkulu Hari Patono yang sering menerima keluhan-keluhan anggota serikat tani yang tinggal dan berkebun di desa pedalaman kecamatan Pinang Raya.

“Sering sekali saya mendapat laporan dari Anggota STAB disana, mobil yang membawa hasil panen sawit bisa sampai 2-3 hari tidak diangkut ke agen atau pabrik karena jalan licin tidak beraspal akibat  curah hujan tinggi, maka sawit yang dipanen akan busuk dan tidak punya harga lagi” jelas Hari Patono.

“Jadi kalau mau meningkatkan ekonomi petani bukan hanya menaikkan harga sawit saja, tetapi meningkatkan akses jalan transportasi dari desa terpencil dimana mereka bisa menjual hasil kebun dan pertanian mereka tidak terhambat lagi” terang Hari Patono.

Ditambahkan Hari Patono, menurtnya program peningkatan infrastruktur jalan Satu-satunya cara menurunkan biaya transportasi hasil kebun dan pertanian yang dikeluarkan petani selama ini, disamping peningkatan harga komoditi.

Santo Ismantoro (tengah) bersama Pengurus DPC Partai HANURA dalam acara Konsolidasi.

Penjelasan Gawan Sanuki dan Hari Patono tidak berbeda dengan Mantan Kades Gembung Santo Ismantoro yang langsung merasakan bagaimana pahit dan prihatinnya pada warga desa yang dia pimpin selama ini dalam menjual hasil pertanian dan perkebunan.

“Sedih nian kalo lihat warga sayo selama ini dek, lihatlah kondisi jalan dari Kantor Camat menuju jembatan desa Air tenang, Teluk Anggung, Tanjung Kemanyan, Muara Santan maka desa-desa ini posisinya rapat tidak ada lagi jarak sawangan (hutan) hingga di desa seberang jembatan yang menghubungkan Transmigrasi Lapindo, Muara santan, Kinal Jaya, Bangun Karya” urai Santo Ismatoro.

Berdasarkan Pengamatan BengkuluKito.Com, Didalam wilayah desa-desa pedalaman ini sudah ada  fasilitas Pendidikan Sekolah Dasar (SD) 3 sekolah, namun masih ada kendala jalan ketika mereka tamat SD dan melanjutkan SMP.

“Kalau masalah jalan kami ini, sejak saya manjabat Kepala Desa Gembung dari tahun 2011  sudah berkali-kali saya mengajukan adanya pembangunan dan peningkatan jalan, bahkan  setiap tahun saya ajukan dalam Musrembang Kecamatan dan baru terkabul pembukaan badan jalan saja” cerita Santo Ismantoro.

Ditambahkannya, Jembatan sangat berpengaruh untuk menghubungkan desa-desa tersebut, dan jika saja jalan transportasi desa dapat ditingkatkan menjadi Aspal maka biaya angkut dan kelancaran transportasi akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Atas kondisi dan keluhan para petani yang berada di desa pedalaman Kecamatan Pinang Raya ini menjadikan semangat dan tekad Mantan Kades Gembung Santo Ismantoro mencalonkan diri di DPRD Kabupaten Bengkulu Utara.

“Masyarakat saya dan keluarga di desa pedalaman selama ini sudah memilih banyak wakil rakyat di DPRD kabupaten, propinsi sampai pusat, namun sepertinya mereka selalu lupa dengan aspirasi kami, mungkin juga karena mereka tidak tinggal disini” keluh Santo Ismantoro.

“Jadi telah sampai kami warga desa pedalaman ini pada kesimpulan, sudah saatnya kami mengutus warga di desa-desa pedalaman yang harus memperjuangkan nasib dan keluhan kami sendiri, dalam arti salah satu warga desa-desa pedalaman ini harus jadi wakil rakyat di DPRD” tutup Santo Ismantoro dikenal mantan kades yang mencalonkan diri di DPRD Kabupaten Bengkulu Utara Dapil 4 nomor urut 10 ini. (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here