Galang Solidaritas antar lembaga, JPKP dampingi Pasien ke RSCM

0
154

BengkuluKito.Com,- Ketidaktahuan atas akses masyarakat dalam bidang kesehatan sangatlah dirasakan. Terutama masyarakat miskin yang sangat membutuhkan bantuan dalam penanganan pengobatan gratis.

Kesulitan dalam mengurus administrasi dan lembaga atau dinas terkait menjadi masalah utama bagi masyarakat yang belum pernah berurusan pada birokrasi. Kehadiran Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) dan Relawan Jokowi – Amin justru membantu para penderita penyakit yang membutuhkan penanganan khusus.

“Dari beberapa kasus masyarakat penderita tumor dan kanker yang membutuhkan penangan pengobatan, kami saat ini berkesimpulan sebenarnya bukan pemerintah yang tidak memiliki program dan keprihatinan, namun masih banyak masyarakat yang tidak mampu belum mengetahui dan memahami alur administrasi dan birokrasi kemana mereka mau melapor” ujar Ketua DPW JPKP Bengkulu Jontua Manik.

“Seperti contoh 2 orang pasien yang saat ini kami dampingi di RSCM Jakarta, mereka pasien penderita kanker dan kelenjar getah bening, karena mereka tidak tahu dan kita dampingi dan bantuan pemerintah, saat ini mereka ditangani oleh dokter di RSCM Jakarta bersama Tim DPP JPKP” tambah Jontua Manik yang saat ini berada di jakarta mendampingi pasien.

Adapun pasien yang saat ini di dampimgi oleh ketua DPW JPKP Propinsi Bengkulu bernama Rizki dari Desa Ujung Padang Kecamatan Maras Kabupaten Seluma.

“Awalnya Rizki kita urus administrasi di desa dan kita minta rujukan ke RSUD M.Yunus Bengkulu, namun ketika RSUD M.Yunus tidak mampu kita minta rujukan ke RSCM Jakarta” terang Jontua Manik.

“Selain Riski, kami bawa juga pasien bernama Bambang Irawan warga Rawa Makmur Kota Bengkulu yang juga di rujuk dr RSUD M.Yunus ke RSCM Jakarta dengan diagnosa tumor kelenjar getah bening” sambung Jontua Manik ketika dihubungi wartawan media ini.

Pasien yang didampingi oleh orang tuanya setelah operasi

Pola pendampingan yang dilakukan JPKP Propinsi Bengkulu bekerja sebagai relawan murni tanpa di biaya, siapapun bergerak sebagai relawan jejaringan baik personal maupun kelembagaan bisa membantu untuk pembiayan pasien.

“Pada initinya kami relawan bekerja sama dengan dinas sosial kabuapten/kota atau propinsi dan dinas kesehatannya. Sedangkan untuk pembiayaan rujukan ke Jakarta bekerja sama dengan Basnaz Prop.Bengkulu dan Pemda Prov. Bengkulu” terang Jontua Manik.

Dari kerjasama yang dilakukan oleh JPKP biasanya Baznas akan membirikan ongkos tiket pesawat ke Jakarta dan ongkos tiket pulang dari jakarta ke Bengkulu, sedangkan dengan Pemda Propinsi Bengkulu, JPKP mengajukan permohonan tinggal sementara di mess Pemda yang dijakarta.

Kehadiran JPKP di Propinsi Bengkulu sebagai relawan murni, tulus mengabdi tanpa embel-embel dengan slogan Siap Melayani sudah dirasakan warga kurang mampu di Propinsi Bengkulu dengan program sosial kesehatan.

Ditambahkan Jontua Manik, kami berterima kasih kepada Gubernur Bengkulu dan instansi serta lembaga yang telah membantu kami, saat ini masih ada beberapa warga yang sakit tapi kurang mampu belum sempat kami di dampingi, karena mereka telah melapor via telepon semua.

“Kami relawan dan tim dalam proses pendampingan dan pengurusan administrasi. Yang pasti kami bekerja untuk pengabdian tanpa syarat, kami lakukan program pendampingan ini karena kami ingin program Gubernur Bengkulu untuk mewujudkan Bengkulu Sehat dan Bengkulu Maju bersama JPKP bisa terwujud” tutup Jontua Manik (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here