Kasasi Jaksa Ditolak MA, Akhirnya Thamrin dan Elvin Bebas Murni

0
506

BengkuluKito.Com, – Masih ingat perkara pemerasan yang diduga dilakukan oleh Rahman Thamrin dan Elvin terhadap Ketua Kelompok Tani Winchandra? Perkara hasil skenario memberikan uang agar bisa ditangkap sebagai pemerasan.

Skenario itu disusun oleh Winchandra dan di persidangan menjadi pertimbangan oleh majelis hakim dalam membebaskan karena tidak terbukti unsur yang bukan dikehendaki oleh kedua terdakwa.

Perkara yang digawangi oleh pengacara kondang Usin Abdisyah Putra Sembiring, Panca Darmawan, Haffiterullah, dan Puspa Erwan ini sempat menghebohkan.

Pasalnya, Rahman Thamrin ditangkap bersama temannya Elvin Jufizar yang juga anggota Polri, oleh anggota reskrim Polda Bengkulu sesaat setelah Winchandra meletakkan uang di atas meja warung kopi.

Usin Abdisyah Putra Sembiring, sebagai salah satu pengacara Rahman Thamrin, menyambut baik dan berharap agar secepatnya minuta putusan Mahkamah Agung dengan No. Perkara 681/K/PID/2018 bisa diterima kliennya sebagai putusan akhir dari proses hukumnya.

“Pastinya kita tetap bersyukur putusan MA dengan Nomor Perkara 681/K/PID/2018 atas nama H.Rahman Thamrin,S.Ag telah diputus dengan putusan penolakan atas kasasi jaksa,” ucapnya.

Meskipun diawal pihaknya optimis MA menolak, sambung Usin, namun karena ini bagian dari proses mencari kepastian hukum oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) maka patut dihargai.

“Thamrin dan Elvin juga pasti berharap mereka bisa terima cepat putusan tersebut agar mereka bisa tidur nyenyak,” canda Usin saat dikonfirmasi BengkuluKito.Com.

Senada dengan Usin, Panca Darmawan juga menambahkan turunnya putusan MA yang menolak Kasasi Jaksa membuktikan bahwa perkara ini sudah selesai (inkracht).

“Kita serahkan kepada klien (Rahman Thamrin) apakah dia dan temannya Elvin Jufizar akan melakukan langkah hukum juga atas status dan kerugian mereka,” ungkapnya.

“Selaku pengacara tugas kami telah selesai saat nanti kami terima berkas putusan kasasinya,” urai pengacara senior Bengkulu melalui sambungan telepon.

Namun, lanjut Panca, kalau klien dan temannya Elvin nanti akan berpikir untuk melakukan upaya hukum sebaliknya seperti melaporkan balik Winchandra dan Yapandi atas dugaan fitnah dan melaporkan polisi yang melakukan penangkapan kepada Propam Polri atau menggugat kerugian secara keperdataan, maka pihaknya akan menyerahkan kepada klien.

“Ya itu kita serahkan kepada dia. Karena dia punya hak untuk itu,” ujarnya.

Sementara itu, Rahman Thamrin saat dihubungi menyatakan sangat bersyukur atas putusan MA yang telah diputus pada tanggal 24 September 2018 kemarin.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada MA dan pihak pengacara yang dari awal hingga upaya kasasi menangani perkaranya.

“Demi Allah dan Rasulullah, saya bersyukur masalah hukum ini sudah diputus MA dengan menolak kasasi jaksa. Rasanya tidak bisa saya membayar jasa teman-teman pengacara yang membuat saya bebas begini,” tuturnya.

“Karena upaya kejam mereka kepada saya dan Elvin sampai-sampai saya yang ingin membantu malah dituduh memeras mereka (Winchandra dan Yapandi). Namun persoalan lapor balik atau gugatan kerugian kami, belum bisa saya putusakan sekarang, nanti akan saya rembukkan dengan Elvin, keluarga dan pengacara saya” ujarnya dengan isak tangis rasa syukur mengetahui putusan MA yang menolak kasasi jaksa.

Kemudian, terdakwa lainnya ELvin Jufizar yang sempat menjalani tahanan dan bebas murni juga menyatakan rasar syukurnya atas turunnya putusan MA tersebut.

“Berkas perkaranya memang berbeda namun dalam putusan juga bebas karena kasasi jaksa ditolak MA,” bebernya.

“Alhamdulillah saya bisa mendapatkan keadilan. Bagi saya kebenaran hakiki telah diuji oleh MA, dan seperti yang saya sampaikan di pengadilan waktu itu saya bukan memeras, namun Winchandra lah yang justru ingin menyogok saya dan upaya itu saya tolak,” terangnya yang bertugas di Polda Bengkulu ini.

Ketika ditanya apakah akan melakukan upaya hukum dengan melapor balik atau menggugat kerugian yang diderita olehnya dan Rahman Thamrin? Elvin menjawab, masih akan berkoordinasi dulu dengan atasan dan Rahman Thamrin.

“Saya belum melaporkan putusan ini kepada atasan. Besok rencananya saya mau melapor ke atasan untuk melakukan langkah-langkah upaya hukum lapor balik dan menggugat Winchandra. Nanti saya akan putusakan bersama Rahman Thamrin,” paparnya.

Diketahui, Rahman Thamrin bersama Elvin Jufizar pernah ditangkap atas laporan Winchandra adanya dugaan upaya pemerasan.

Mereka ditangkap dan ditahan oleh Tim Reskrim Polda Bengkulu dan akhirnya perkara ini diadili di tingkat Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu dengan Nomor perkara 75/Pid.B/2018/PN.Bgl.

Pada tanggal 17 April 2018, majelis hakim PN Bengkulu memutuskan kedua Terdakwa Rahman Thamrin dan Elvin Jufizar diputus bebas dalam persidangan yang terbuka untuk umum.

Atas putusan bebas tersebut, jaksa mengajukan upaya hukum kasasi lantaran keberatan atas putusan majelis hakim.

Terhimpun, upaya hukum kasasi tersebut dinyatakan ditolak oleh Majelis Hakim MA yang diketuai oleh Wahidin bersama hakim anggota Maruap Dohmatiga Pasaribu dan Salman Luthan.

Diputus pada tanggal 24 September 2018 atas perkara Rahman Thamrin,S.Ag dengan No. register 685/K/PID/2018 dan Elvin Jufizar dengan No. register 685/K/PID/2018. (CW2)

Leave a Reply