Mendagri Ingatkan Pemetaan Potensi Bencana

0
38

BengkuluKito.Com, – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan perlu adanya perhatian dan inovasi-inovasi dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) terhadap dinamika dan permasalahan-permasalahan aktual saat ini.

Tjahjo menjelaskan, salah satu contohnya yaitu memperhatikan potensi bencana. Ia menegaskan daerah wajib memetakan area rawan bencana dan menganggarkan dana sehingga bila terjadi bencana, bisa cepat di tangani tanpa menunggu dari pusat.

Tanggap bencana daerah tersebut akan masuk APBD yang sebelumnya dibahas secara matang dalam RPJMD dan RKPD.

“Kalau skala bencana meluas, pusat pasti membantu tetapi daerah juga harus ada persiapan,” terangnya dalam rilis pers Puspenerbal Kemendagri, Selasa (9/10/2018)

Pemetaan RPJMD dan RKPD terkait dana tanggap bencana nantinya akan di sesuaikan setiap daerah.

“Mengenai hal itu, gubernur, bupati dan walikota lebih memahami penyesuaian anggaran tersebut dan tentunya tidak menggangu anggaran prioritas pembangunan,” tambahnya.

Menurut Tjahjo, pemetaan wilayah rawan bencana dalam kondisi saat ini sangat relevan. Ketika dihadapkan dengan peristiwa bencana alam yang tidak bisa diprediksi sama seperti halnya bencana gempa bumi terakhir ini daerah NTB dan Sulawesi Tengah.

“Dalam hal ini Kemendagri mengingatkan daerah agar dalam proses RKJMD dan RKPD memperhatikan potensi Bencana. Sehingga, deteksi dan antisipasi dini tetap berjalan,” paparnya.

Kalau ada bencana rutin, lanjut Tjahjo, antisipasinya bisa cepat misalnya gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir dan gunung berapi.

“Mekanisme pembahasan RKJMD dan RKPD dalam memperhatikan potensi bencana dapat memetakan berdasarkan antisipasi bencana, terjadinya bencana, dan penanganan pasca terjadinya bencana,” pungkasnya. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here