Plt Gubernur Bantah Keluarkan IUP Baru PT Inmas Abadi

0
139

BengkuluKito.Com, – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menegaskan dirinya tidak pernah mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) baru untuk PT Inmas Abadi di Bentang Sebelat perbatasan Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Mukomuko. Sabtu (6/10/2018)

“Saya tidak pernah mengeluarkan IUP baru. Justru, di 2017 itu saya melakukan ‘penciutan’ terhadap izin yang tumpang tindih berdasarkan putusan pengadilan,” tulisnya di salah satu Group WhatsApp Berita Online Bengkulu.

Penetapan IUP PT Inmas tersebut, sambung Rohidin, jauh lebih dulu dari pada penetapan Taman Wisata Alam (TWA) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

“Sekarang kita bersama BKSDA justru sedang mengurus jalur koridor gajah agar menjadi destinasi wisata alam kelas dunia sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE), dan sudah sampai pada pembahasan tahap akhir. Tinggal menunggu penetapan oleh Menteri LHK,” paparnya.

Rohidin menambahkan, Menteri LHK berjanji akan datang ke Bengkulu untuk peresmian koridor gajah diakhir tahun ini.

“Hal ini kita lakukan semata-mata untuk upaya pelestarian populasi gajah yang dimaksud,” tutupnya.

Diketahui, Koalisi Penyelamat Bentang Seblat Bengkulu (KPBSB) Jum’at (5/10/2018) kemarin melalui siaran persnya menilai penerbitan IUP operasi produksi tambang batu bara yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah pada Oktober 2017 adalah ancaman utama bagi masa depan gajah Sumatera.

Sebab, area konsesi tambang tersebut menjadi salah satu habitat kunci gajah.

Adapun beberapa lembaga yang tergabung dalam Koalisi Penyelamat Bentang Sebelah yakni, Kanopi Bengkulu, Walhi Bengkulu, Genesis, Ulayat, Alesha Wisata, KPPL Bengkulu, Komunitas Mangrove Bengkulu, Rafflesia Motions Productions, Elephant Care Community (ECC) Seblat, Rekam Nusantara, dan Forum Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Bengkulu.(CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here