Muspani Sebut Petani Kopi di Hutan Lindung Tidak Illegal

0
143

BengkuluKito.Com, – Ketua Dewan Pembina Serikat Tani Bengkulu (STAB), Muspani menyebutkan bahwa petani kopi di hutan lindung tidak illegal. Sabtu (6/10/2018)

“Banyak sekali petani kopi di Bengkulu yang bertani di hutan lindung atau kawasan terlarang. Namun mereka tersebut tidaklah illegal karena dipemerintahan sekarang dimungkinkan untuk petani diberikan izin berusaha,” jelasnya.

Izin tersebut, sambung Muspani, syaratnya di data dan dibuatkan kelompok perdesanya. Untuk peraturannya sudah ada sejak tiga tahun lalu tetapi belum berjalan maksimal dikarenakan pemerintah terbatas untuk sosialisasi.

“Karena ini menguntungkan nasib petani kedepannya, maka serikat tani berinisiatif mengumpulkan petani kopi untuk diberi ruang bagi POKJA menjelaskan. Sehingga, ketika mereka pulang bisa mendata petani lain untuk diurus izinnya,” ungkap Muspani.

Nantinya, kata Muspani, mereka bisa menjadi petani Indonesia yang legal.

Menurut Muspani, petani tersebut juga akan di berikan kartu dan izin selama 30 tahun. Dengan alasan izin inilah para petani bisa dimasukkan ke dalam program.

“Kartu tersebut nantinya bisa digunakan untuk melakukan pinjaman ke bank. Tujuannya betul-betul untuk meningkatkan status petani dan menopang perekonomiannya,” terang Muspani.

Dengan demikian, lanjut Muspani, kedepan petani Indonesia bukan lagi petani kecil.

Muspani menambahkan, untuk produk kopi petani nantinya akan di bina oleh pemerintah bersama serikat tani serta pihak ketiga AEKI.

“Harapannya, petani kopi di Bengkulu ini kedepan setelah berkelompok akan membuat asosiasi,” tutup Muspani. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here