Terkumpul Rp. 150 Juta, Pemkot Siap Kirim Bantuan ke Palu dan Doggala

0
46

BengkuluKito.Com, – Pasca terjadinya bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, Pemerintah kota (Pemkot) Bengkulu menggelar penggalangan dana dan menargetkan bantuan sebanyak-banyaknya untuk dikirim kepada korban bencana. Rabu (3/10/2018).

Kata Walikota Bengkulu Helmi Hasan, pihaknya menargetkan bantuan sebanyak-banyaknya untuk saudara-saudara yang menjadi korban di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.

“Target kita sebanyak-banyaknya untuk mendonasikan bantuan kepada saudara kita di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, karena kita juga pernah mengalami hal yang sama di Provinsi Bengkulu,” ucapnya.

Rencananya, sambung Helmi, bantuan tersebut akan diantar langsung. Tetapi untuk sekarang sudah ada perwakilan dua orang anak muda dari Bengkulu yang sudah berangkat ke sana.

Ditambahkannya, terkait bencana gempa bumi tersebut Pemkot Bengkulu berencana menggelar pelatihan tanggap dan siaga bencana.

“Sekarang yang terpenting untuk kita, persiapkan apa yang bisa kita bantu. Karena menurut informasi terbaru di lokasi bencana alam bahwa korban sangat membutuhkan baju dan selimut lantaran mayoritas barang-barang yang mereka miliki sudah hilang,” ujar Helmi.

Sementara itu, Koordinator penggalangan dana bantuan untuk Palu dan Donggala Pemkot Bengkulu, Toni Elvian menyebutkan, untuk sementara pihaknya hanya mengirimkan sebatas uang terlebih dahulu, setelah dilakukan komunikasi dengan saudara-saudara yang ada disana.

“Sekarang kita mengirimkan sebatas uang saja terlebih dahulu,” sebutnya.

Toni menerangkan, sampai sekarang barang dan pakaian layak pakai masih sulit untuk dibawa. Sedangkan, posko penggalangan bantuan untuk Palu dan Donggala telah di buka sehari pasca terjadinya bencana alam tersebut.

Untuk dana yang sudah terkumpul hingga hari ini sebesar Rp. 150 juta dan ditargetkan dana yang terkumpul nanti sebanyak-banyaknya.

“Dana bantuan yang telah terkumpul hingga hari ini sudah berkisar Rp. 150 juta,” terangnya.

Toni juga menyampaikan, pihaknya tidak perlu teburu-buru untuk berangkat ke lokasi bencana. Alasannya, situasi di Palu sekarang tidak semudah yang dibayangkan.

“Jadi intinya kita menunggu situasi kondusiif, namun kita tetap melakukan penggalangan dana,” imbuhnya.

Masih menurut Toni, pengiriman bantuan sendiri diperhitungkan paling lambat tanggal 15 Oktober 2018, dengan semua donasi yang sudah terkumpul.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan kita akan terus membuka donasi pasca bantuan yang telah di kirimkan nantinya,” pungkas Toni Elvian. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here