HMI Tepis Adanya Kesepakatan Bersama Kapolda Bengkulu

0
192

BengkuluKito.Com, – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu, Rabu (3/10/2018) sore menggelar Konfrensi Pers di Sekretariat Cabang Jalan Semangka Kelurahan Panorama Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu.

Hal tersebut guna menepis isu adanya kesepakatan antara HMI Cabang dan Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Coky Manurung, pasca pertemuan antara perwakilan HMI dan Kapolda pada Sabtu (29/9/2018) lalu yang membahas aksi HMI yang berakhir bentrok dengan pihak kepolisian di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu.

Melalui Formatur HMI Cabang Bengkulu, Yudha IF mengungkapkan pemberitaan dari beberapa media terkait adanya kesepakatan dengan Kapolda Bengkulu tidaklah benar.

“Kami sampaikan hal tersebut tidaklah benar dan seluruh pemberitaan dari media yang menyatakan telah adanya kesepakatan antara Kapolda dan HMI Cabang Bengkulu adalah pemberitaan yang sepihak,” ucap Yudha.

Ditambahkannya, hingga hari ini tidak pernah dimintai keterangan dan klarifikasi dari media manapun yang bersangkutan terkait pertemuan tersebut.

Di dalam pertemuan itu, lanjut Yudha, hanya ada permohonan maaf dari Kapolda Bengkulu mewakili institusi kepolisian atas dinamika yang terjadi.

“Pertemuan itu hanya membahas permohonan maaf dari Kapolda Bengkulu,” tegas Yudha.

Adapun beberapa tuntutan HMI Cabang Bengkulu dalam Konfrensi pers tersebut, yakni:

1. Menuntut Kapolda Provinsi Bengkulu mewakili instansi kepolisian untuk meminta maaf secara resmi kepada institusi HMI seluruh Indonesia terkhusus HMI Cabang Bengkulu atas tindakan represif dalam menangani massa aksi 18 September 2018 di Sekretariat HMI Cabang Bengkulu.

2. Menuntut Kapolda Provinsi Bengkulu untuk menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada korban aksi 18 September 2018 baik korban dari pihak kepolisian, massa aksi dan masyarakat yang terkena tembak di lapangan, serta menyatakan Kader HMI atas nama A.Dekha terkena luka tembak pada saat aksi berlangsung.

3. Meminta komitmen Kapolda Provinsi Bengkulu mewakili instansi kepolisian agar tidak mengulangi tindakan represif dalam melakukan pengawalan penyampaian aspirasi masyarakat dan memfasilitasi setiap kehendak masyarakat yang bersifat positif merujuk pada prosedural yang berlaku.

Selanjutnya, Yudha menegaskan jika dalam tiga hari kedepan tuntutan yang dilayangkan tersebut tidak terpenuhi, maka akan ada tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.

“Jika tuntutan yang telah dilayangkan tersebut tidak terpenuhi, dirinya selaku Formatur HMI Cabang Bengkulu mewakili HMI Cabang Bengkulu akan ada tindakan yang dilakukan selanjutnya,” tutupnya. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here