Mantan Koruptor Ikut Pileg, BEM Se-Sumbagsel Pertanyakan Fungsi SKCK

0
56

BengkuluKito.Com, – Terkait beberapa Caleg mantan terpidana korupsi yang tetap lolos dalam kontestasi politik Pileg 2019, Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumbagsel, Senin (1/10/2018) pagi mempertanyakan fungsi Surat Keterangan Catatn Kepolisian (SKCK) ke KPU Provinsi Bengkulu.

“Apa fungsi SKCK? Jika para Caleg yang pernah berstatus narapidana korupsi tetap menjadi peserta Pemilu 2019,” ujar salah satu perwakilan BEM dari Universitas Bangka Belitung, Steven.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ketua KPU Provinsi, Irwansyah, menyebutkan jika SKCK itu adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian, dan berbeda dengan SKBB yaitu Surat Keterangan Berkelakukan Baik.

“Orang yang mendapatkan SKBB itu pasti berkelakuan baik, sedangkan SKCK itu hanya memuat catatan. Jadi itu hanya catatan saja,” terangnya.

Contohnya saja, sambung Irwansyah, Si A pernah terpidana kasus korupsi dengan pasal tertentu dan identitasnya juga disebutkan. Sehingga, di dalam SKCK itu mencantumkan nama, alamat, umur, kasus korupsi, serta pasal yang dikenakan.

“Awalnya dasar itulah bagi KPU untuk mencoret Caleg yang berstatus mantan Napi korupsi. Namun, setelah keluar PKPU No.20 tahun 2018 kita batalkan. Karena berdasarkan SKCK itu disebutkan di dalamnya orang itu mantan terpidana korupsi dan pasal yang dikenakan,” jelasnya. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here