Umumkan 7 Tambahan Anggota KPUD Status Caleg, KPU RI langgar Azas Pemilu

1
374

BengkuluKito.Com, Untuk menindaklanjuti Putusan MK No.31/PUU-XVI/2018 tanggal 24 Juli 2018 tentang Penyelenggara Pemilu anggota KPUD Kabupaten dan Kota yang tadinya berjumlah 3 orang menjadi 5 orang.

KPU RI menerbitkan PKPU No.27 tahun 2018 tentang Perubahan kedua atas peraturan KPU No.7 tahun 2018 tentang seleksi anggota KPU Propinsi dan KPU Kabupaten/Kota.

Didalam PKPU tersebut pada pasal 34 A pada point 1 dilakukan penambahan dari 3 menjadi 5 anggota.

PKPU itu juga mengatur Mekanisme penambahan dengan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap 7 peringkat berikutnya dari hasil seleksi sebelumnya sepanjang masih memenuhi syarat.

Khusus untuk penambahan KPUD Kabupaten/Kota se-Propinsi Bengkulu telah dikeluarkan KPU RI daftar nama-nama yang akan menjalani fit dan Proper Test seperti nama dalam grafis dibawah ini.

 

Dari pengumuman yang dilakukan oleh KPU RI tersebut, terdapat calon yang tidak memenuhi syarat lagi karena beberapa nama sudah menjadi anggota partai dan telah ditetapkan dalam Daftar Calon Tetap (DCT).

Nama-nama yang sudah menjadi Caleg dalam Pemilu 2019 antara lain :

  1. M.Darmawan S (Partai PKB Kab.Bengkulu Tengah dapil 3 no urut 1)
  2. Masrizal D S.Sp (Partai PDIP Kab.Bengkulu Tengah dapil 4 no urut 5)
  3. Irwansyah (Partai GOLKAR Kab.Kepahiang dapil 2 No urut 4)
  4. Syofia Diana,SE,Ak. (Caleg Propinsi dari Partai PKB Kab.Mukomuko no urut 4)

“KPU Propinsi dan KPU RI sudah melanggar azas penyelenggara Pemilu karena tidak teliti dan tidak cermat. Mereka juga tidak profesional karena masih memasukkan saya kedalam 7 nama yang akan dipanggil? saya sudah menjadi DCT DPRD Kab.Kepahiang dari Partai Golkar” ujar Irwansyah melalui saluran telepone.

Ditambahkan Irwansyah, dari awal tim seleksi yang melakukan proses seleksi salah satunya sudah ada kepentingan.

“Saya menduga sudah tidak fair lagi, masa yang menseleksi saya dan sudah selesai langsung jadi Caleg disalah satu partai Dapil Rejang Lebong/Lebong,” jelas Irwansyah yang biasa dipanggil Jack.

Tudingan KPU RI tidak profesional oleh Irwansyah dibuktikan juga dengan adanya penetapan KPU RI yang tidak melihat DCT di Sistem Pencalonan (SILON).

“Mereka yang ciptakan SILON, masa mereka tidak bisa cek jika nama saya sudah terdaftar di SILON. Jadi apa gunanya mereka buat system itu kalau mereka sendiri tidak melihat saya ada di SILON? Ini membuktikan mereka tidak profesional dan teliti,” terang Irwansyah yang juga mantan Anggota KPU Kabupaten Kepahiang ini. (CW2)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here