Sehari Pelantikan Helmi Hasan, Kepsek SDN 17 Kasih Kado Paksa Siswa Potong Rambut

0
107

Psikologis Siswa takut sekolah, orang tua akan lapor ke polisi

BengkuluKito.Com, Sehari setelah Walikota Helmi Hasan dilantik, Kepala Sekolah SDN 17 Kota Bengkulu memberikan kado pelantikan dalam bentuk tercorengnya pendidikan atas ulah Kepala Sekolah yang keliru dalam mendidik dan memberikan pelajaran untuk siswa memaksa potong rambut siswa.

Pemaksaan potong rambut siswa ini terjadi di SDN 17 Kota Bengkulu yang diduga dilakukan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 17 Kota Bengkulu pada Rabu (26/9/2018). Akibat perlakuannya orang tua siswa akan melaporkan ke pihak kepolisian.

Kronologis Kejadian bermula pada dua hari yang lalu, Kepala Sekolah memanggil dan menegur siswa bernama Alfaro agar memotong rambutnya. Mendapatkan teguran itu, Alfaro yang duduk di kelas IV memotong rambutnya.

Namun pada Selasa, ternyata guru kelas Alfaro menganggap rambut Alfaro masih panjang. Guru tersebut meminta agar Alfaro memotong rambutnya hingga satu centimeter.

“Setelah pulang dari sekolah, dia menyampaikan pesan guru tersebut, mendengar laporan itu mamanya Alfaro mengirim pesan WhatsApp (WA) ke wali kelas kalau rambutnya sudah dipotong dan sudah pendek. Jadi tidak perlu sampai satu centi, namun WA tersebut tidak dibalas,” terang Purna Ardiansyah orang tua Alfaro.

Ditambhakannya, Rabu pagi saat Alvaro masuk sekolah, guru tersebut melapor ke Kepsek SDN 17. Lalu, si Kepsek datang ke kelas dan meminta Alfaro keluar kelas.

“Anak saya kemudian dipermalukan dan dipotong rambutnya di depan kelas,” terang Purna.

“Akibat kejadian ini, anak saya menjadi trauma untuk sekolah, psikologis anak saya jadi down dan sekarang tidak berani dan takut mau ¬†sekolah,” ucapnya.

Dia pun berencana akan melaporkan kepsek tersebut ke kepolisian. “Saya sudah siapkan ke pengacara, akan saya laporkan kepsek tersebut,” tukasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Rosmayetti mengaku akan segera memanggil Kepsek SDN 17 Kota Bengkulu. Kepsek tersebut akan diberikan sanksi.

“Perbuatan yang sudah melanggar hak anak akan kita proses,” tegasnya.

Ia pun berharap agar masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Kita selesaikan dulu secara kekeluargaan,” kata Rosmayetti. (RED)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here