Jampidsus Sebut 10 Titik Rawan Korupsi, Termasuk SDA

0
30

Bengkulukito.Com- Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), M. Adi Toegarisman, Rabu (26/9/2018) mengatakan kerangka penanganan perkara tindak pidana korupsi sumber alam di Provinsi Bengkulu harus menjadi prioritas.

“Dikejaksaan mempunyai sepuluh titik rawan korupsi termasuk sumber daya alam, kedepannya tetap kita dorong bagaimana pemberantasan tindak pidana korupsi di bidang sumber daya alam khususnya,” ujarnya usai berkunjung ke Kejati Bengkulu.

Kemudian, Toegarisman juga berjanji akan mem-backup kejati Bengkulu dalam menangani kasus perkara tindak pidana korupsi sumber daya alam yang dianggap menjadi sebuah prioritas dan perhatian.

“Saya akan dorong dan backup langsung Kejati Bengkulu ini dalam menindaklanjuti kasus tindak pidana korupsi sumber daya alam,” tegasnya.

Disinggung masalah minimnya dana penyidikan di Kejati dan Kejari se-Indonesia? Toegarisman menjawab, kondisi tersebut sudah menjadi realita yang harus dihadapi. Namun untuk jajaran adhyaksa mempunyai komitmen dan sangat memahami keadaan.

“Tapi, yang perlu diketahui kondisi tersebut tidak menyulutkan mereka untuk bekerja,” ungkapnya.

Pantauan BengkuluKito.Com, kunjungan Jampidsus RI tersebut ke Provinsi Bengkulu guna memeriksa langsung kinerja jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejari di Provinsi Bengkulu.

Usai melakukan peninjauan, Jaksa Agung Muda RI tersebut langsung menuju Rumah Bung Karno, Benteng Malabrough dan Rumah Fatmawati dengan didampingi Kajati Bengkulu beserta jajaran. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here