“Stop Izin Pertambangan dan Perkebunan Skala Besar”

0
33

BengkuluKito.Com, – Presiden mahasiswa (Presma) Universitas Bengkulu, Syahril Ramadan, menerangkan aksi peringatan Hari Tani Nasional, Senin (24/9/2018), yang digelar di depan Kantor Gubernur ini ingin menyampaikan bahwa point terkait ketahanan pangan adalah stop izin pertambangan dan izin perkebunan skala besar.

Kata Syahril, aksi hari ini adalah bentuk peringatan Hari Tani Nasional. Ada dua point besar yang pihaknya tuntut yaitu tentang ketahanan pangan dan reforma agraria.

“Ketahanan pangan ini ada banyak point-pointnya, yaitu kita minta pemerintah stop izin pertambangan dan izin perkebunan skala besar. Karena dampak dari semua itu adalah berkurangnya lahan pertanian yang ada di Bengkulu,” tegasnya.

Sehingga, lanjut Syahril, seperti yang didengar dari para petani tadi bahwa mereka tidak ada lahan lagi untuk bertani.

“Salah satu contoh yang ada di lokasi Napal Putih. Disitu, dulu masyarakatnya bekerja sebagai petani. Namun sekarang sudah tidak ada lagi, karena lahannya sudah tidak ada. Sehingga, mereka tergantung pada Beras miskin (Raskin) yang hanya jadi objek politik,” jelasnya.

Kemudian, sambung Syahril, tuntutan-tuntutan lainnya seperti meminta kepastian hak milik lahan bagi para petani.

Kepastian hak atas lahan pertanian mereka, jangan sampai dikuasi oleh orang-orang tertentu saja sehingga mereka yang menanam tidak mendapatkan hasil yang seharusnya mereka rasakan.

“Kita tahu ada Forum Petani Bersatu (FPB) jauh-jauh kesini hanya untuk bertemu dengan pimpinan kita, orang nomor satu di Provinsi Bengkulu. Maka, akan kita tunggu sampai ia datang,” demikian pria yang mengenakan almamater biru dan berkaca mata ini. (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here