Puluhan Penggiat Seni dan OKP Kritik Tindakan Represif Aparat Melalui Puisi

0
111

BengkuluKito.Com, – Puluhan penggiat seni dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Sinar UMB dan Organisasi Kepemudaan (OKP) Provinsi Bengkulu, Sabtu (22/9/2018) malam menggelar aksi solidaritas di Taman Budaya Kota Bengkulu guna mengkritisi tindakan refresif yang diduga dilakukan aparat kepolisian saat aksi demonstrasi HMI Cabang Bengkulu di depan Gedung DPRD provinsi, yang berakhir ricuh.

Dalam pagelaran seni tersebut, dihadiri juga UKM Seni universitas se-Provinsi Bengkulu, OKP dan penggiat seni lainnya di Kota Bengkulu.

Kata ketua panitia kegiatan, Hernades, kegiatan ini merupakan aksi solidaritas dan bentuk kecaman terhadap tindakan refresif kepada mahasiswa yang diduga dilakukan aparat kepolisian dalam mengamankan aksi demontrasi beberapa hari lalu.

“Kita menilai, apa yang dilakukan aparat beberapa hari lalu sebuah bentuk tindakan yang menyakiti mahasiswa dan seharusnya tidak dilakukan,” ujarnya.

Pantauan BengkuluKito.Com, dalam kegiatan yang bertemakan ‘mengenang wafatnya demokrasi’ ini puluhan penggiat seni dan OKP serta mahasiswa melakukan kritikan terhadap pemerintah dan aparat melalui puisi dan musikalisasi puisi.

Selain itu, tampak sesekali puluhan peserta berteriak saat puisi yang berjudul ‘Jika Penjaga Anjing, Kita Bisa Apa’ dibacakan Eko Petra yang merupakan penulis puisi tersebut. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here