Sidang Perdana, Dirwan Mahmud Keluhkan Kesehatan

0
22

BengkuluKito.Com, – Dirwan Mahmud, terdakwa kasus dugaan korupsi yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu akhirnya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Kamis, (20/9/2018) dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Sidang tersebut dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Selamet Suripto, didampingi hakim anggota I Gabriel Sialagan dan hakim anggota II Rahmat.

Dalam pembacaan dakwaan, JPU menjelaskan uang diberikan terdakwa Jauhari selaku penyuap sebesar 75 juta kepada terdakwa, melalui istrinya Hendrati. Kemudian uang tersebut sebagai komitmen fee 15 persen dari lima proyek yang didapat Jauhari selaku kontraktor.

Pantauan BengkuluKito.Com, usai pembacaan dakwaan, Dirwan Mahmud mengeluhkan kondisi kesehatan yang dialaminya. Menurutnya selama dirinya ditahan KPK, kondisi kesehatannya semakin menurun akibat ruang penahanan di Rutan Mapolda yang tertutup.

“Saya ditahan di KPK selama 3 bulan 18 hari dan saya sakit, tidur pun susah. Kemudian, di Mapolda ruangannya tertutup sehingga tidak bisa bergerak dan membuat nafas saya sesak dan sakit,” ujarnya.

Selanjutnya, Dirwan meminta agar dirinya dapat dipindahkan dari Mapolda dengan alasan bisa menjaga kesehatan selama perkara bergulir.

“Saya minta tolong pindahkan saya dari Rutan Mapolda ke Lapas Bentiring atau Rutan Malabero agar bisa menjaga kesehatan saya,” pintanya dengan majelis hakim.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum KPK menyebutkan alasan ditempatkannya terdakwa di Rutan Malabero sudah sesuai dengan prosedur. Terlebih untuk menjaga kenetralan.

“Pada prinsipnya kami tidak menilai, namun demikian menempatkan terdakwa disana untuk menjaga kenetralan. Untuk nyaman dan apa yang disebut terdakwa kami nilai subjektif,” ungkapnya. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here