“Saya Sudah Diincar KPK, Saya Tidak Mau Terima Langsung”

0
84

BengkuluKito.Com, – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, menyebutkan awal April 2018 saat Juhari alias Jukak bersama Nuhardi menemui terdakwa Bupati Bengkulu Selatan (BS) nonaktif Dirwan Mahmud dikediamannya, terdakwa sempat menyampaikan dirinya sudah diincar KPK dan tidak mau menerima langsung fee proyek.

Kata JPU, Jukak bersama Nurhadi menemui terdakwa dikediamannya menyampaikan keinginan untuk mendapatkan proyek pekerjaan dengan menunjukkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) di Dinas PUPR BS Tahun 2018.

Atas permintaan Juhari, terdakwa menyetujuinya dengan syarat Juhari bersedia memberikan uang atau fee yang penyerahannya melalui Hendrati istri terdakwa.

“Silahkan konfirmasi pada kepala dinas, mau berapa paket silahkan nego dengan kepala dinas. Berapa pun kamu dapat pekerjaan saya setuju saja, tapi kewajiban harus dipenuhi. Nanti berikan saja pada pada kepala dinas atau ibu karena saya sudah diincar KPK. Saya tidak mau terima langsung,” ucap JPU saat membacakan dakwaan, Kamis (20/9/2018).

Peristiwa tersebut berlangsung di rumah terdakwa Dirwan Mahmud, Jalan Gerak Alam Kelurahan Kota Medan Kecamatan Kota Manna Bengkulu Selatan.

Selanjutnya, Juhari alias Jukak bersama Nuhardi menemui Suhadi di Kantor Dinas PUPR BS menyampaikan bahwa telah berbicara dengan terdakwa Dirwan terkait permintaan paket proyek pekerjaan Penunjukkan Langsung (PL). Namun, Suhadi menyampaikan belum mendapat perintah dari terdakwa.

Masih dibulan April 2018, Juhari menemui Hendrati dan Nursilawati (Keponakan terdakwa) di kediaman terdakwa.

Pada pertemuan itu Juhari kembali menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan 5 paket proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten BS dan memperlihatkan RUP kepada Hendrati dan Nursilawati dengan menjanjikan komitmen fee 15 persen dari nilai lima paket proyek atau sebesar Rp. 112.500.000 untuk terdakwa melalui Hendrati.

Selain itu, Juhari juga menjanjikan komitmen fee 3 persen atau sebesar Rp. 22.500.000 untuk Nursilawati. Akan tetapi, saat itu Juhari baru akan memberikan uang sebesar Rp. 100 juta dan sisanya setelah paket pekerjaan sudah selesai dikerjakan.

“Atas kesanggupan Juhari alias Jukak tersebut, Hendrati menyetujuinya dan sepakat penyerahannya melalui Nursilawati,” papar JPU. (CW3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here