Tsk Belum ada, Ketua Tim Penyidik Dugaan Korupsi Benteng Malah Mutasi

0
73

BengkukuKito.Com, – Kasus temuan BPK pada Sekretariat Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu Tengah (Benteng) yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, sejak awal 2018 lalu saat ini belum juga ada penetapan tersangka.

Sementara itu, Ketua tim penyidik yang menangani kasus tersebut, Ade Hermawan, mendapat promosi jabatan menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wakatobi Wangi wangi.

Kata Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Bengkulu, Melyan Sori, yang menjadi pertanyaan publik adalah kenapa lama sekali penyidik Kejati menetapkan tersangka dalam kasus tersebut sedangkan kasus ini sudah lama proses penyidikannya.

“Bagusnya selaku Ketua tim penyidik harus menetapkan dulu tersangka dalam kasus itu baru pindah. Ini kan menjadi pertanyaan publik, kenapa kasus terang- benderang seperti ini kok lama betul penetapan tersangkanya,” ujar Melyan, Selasa (17/9/2018).

Menurutnya, sebelum Kajati dan Ketua tim penyidik kasus itu pindah lebih bagusnya harus ada penetapan tersangka, supaya mereka pindah tanpa ada meninggalkan tunggakan di Kejati Bengkulu ini. Selain itu, tersangka dalam kasus temuan BPK di Benteng ini juga ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

“Kasus ini kan sudah ada temuan BPK dan kerugian negaranya juga sudah ada. Bagusnya sebelum mereka serah terima jabatan tetapkan dulu tersangka dalam kasus itu,” imbuhnya.

Diketahui, temuan BPK pada Setda Benteng tersebut totalnya senilai Rp 9 Miliar tahun anggaran 2016 lalu. Dari temuan itu sebagian sudah ada yang mengembalikan, tetapi sampai sekarang masih ada juga yang belum dikembalikan dan terindikasi merugikan negara senilai Rp 3,2 Miliar. (CW3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here