Plt Gubernur : Pemberhentian ASN Itu Hukuman Terberat

0
51

BengkuluKito.Com, – Menindaklanjuti keputusan Menteri dalam negeri (Mendagri) terkait 20 ASN mantan terpidana kasus korupsi di Provinsi Bengkulu yang terancam dipecat, ditanggapi hati-hati oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.

Menurutnya, pemberhentian pegawai itu tidak bisa gegabah dan hal tersebut adalah hukuman terberat.

“Kita itu kalau bisa tidak mau, tapi karena itu amanat undang-undang dan sudah disepakati oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Menteri dalam negeri (Mendagri), KPK, serta Sesda seluruh provinsi, kota/kabupaten di Indonesia dan diminta kepada kepala daerah untuk menindaklanjuti selaku pembina kepegawaian,” ungkap Rohidin, Minggu (16/9/2018).

Sekali lagi, kata Rohidin pemberhentian pegawai itu keputusan yang tidak bisa gegabah atau terburu-buru walaupun pihaknya harus taat asas.

“Karena sekali lagi, pertimbangan untuk memberhentikan pegawai itu adalah hukuman terberat. Jadi memang seluruh pertimbangan dan asas perlu kita perhitungkan, apalagi jumlahnya tidak sedikit,” jelasnya.

“Saya paham betul bahwa kejadian tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh para ASN itu ketika diputus di pengadilan juga sudah memakai berbagai pertimbangan, baik motif maupun besarannya dilihat. Sehingga, keputusan pemberhentian pegawai itu saya kira merupakan keputusan paling akhir. Saya akan mempertimbangkan dari berbagai aspek dan saya juga akan melihat bagaimana penerapannya diseluruh provinsi yang ada di Indonesia,” paparnya.

Jadi, tambah Rohidin, dirinya tidak bisa terlalu buru-buru atau serampangan dalam mengambil keputusan itu.

Diketahui, pemecatan atau pemberhentian tersebut setelah diterbitkannya Surat Edaran Nomor 180/686/7/SJ tentang Pemecatan ASN yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Repormasi Birokrasi (Men-Pan RI) serta Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) menandatangani surat pemecatan terhadap 2.357 Aparatur Sipil Negara (ASN) lantaran tercatat telah melakukan dan terlibat kasus Korupsi. 20 diantaranya merupakan ASN di Provinsi Bengkulu. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here