Pengacara Tsk Penyusunan Raperda Limbah Pertanyakan KN Rp. 300 Juta

BengkuluKito.Com, – Kuasa Hukum Azwar Alfian, tersangka kasus dugaan korupsi Penyusunan Raperda Air Limbah di Kabupaten Bengkulu Utara, menyebutkan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu belum mengetahui jumlah Kerugian Negara (KN) dalam kasus tersebut.

“Tadi saya sudah tanyakan kepada pihak penyidik kejaksaan bahwa berapa kira-kira kerugian negaranya kalau klien kami merugikan negara? tapi pihak kejaksaan belum mengetahui. Jadi timbul angka Rp. 300 juta itu dari mana kami pun tidak tau katanya dan jelas pekerjaan itu selesai, produknya ada,” ujar Dike Meyrisa, Kamis (13/9/2018).

Selain itu, kuasa hukum lainnya, M.Amirul Riansah, mengatakan pemeriksaan perdana terhadap kliennya yang berstatus sebagai tersangka merupakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk pengesahan dalam kasus dugaan korupsi Raperda Air Limbah di Kabupaten Bengkulu Utara.

“Saat inikan agendanya pemeriksaan BAP tahap pertama dan kita masih meraba apa itu kasusnya, yang jelas ini tentang Raperda Air Limbah di Kabupaten Bengkulu Utara,” katanya.

Menurut Amirul, untuk praperadilan pihaknya akan melakukan pembahasan terlebih dahulu. Apakah akan menempuh praperadilan atau tidak. Ia mengatakan bahwa tersangka telah memaparkan terkait kasus yang sedang menjerat kliennya tersebut.

“Kita masih membahas apakah mau menempuh praperadilan atau tidak,” ucapnya, di Kantor Kejati Bengkulu.

Inikan masih awal, sambung Amirul, terlalu cepat bicara praperadilan. Dia memaparkan dari mulai perancangan Raperda yang berjalan dengan baik. Yang perlu di ketahui Raperda itu sudah selesai dan clear.

“Masuknya Pak Azwar dalam perkara ini lantaran ada sejenis administrasi yang di langgar oleh beliau sementara Raperdanya sudah selesai. Beliau juga mengerti apa yang menjadi kesalahannya. Nah untuk statusnya sebagai ASN itu nanti masih lama prosesnya,” papar Amirul.

Diketahui, Azwar Alfian merupakan tersangka kasus dugaan korupsi Penyusunan Raperda Air Limbah di Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2017 yang menggunakan dana APBN sebesar Rp. 500 juta. (MY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *