“Mengambil Tanah, Pesan Mengingat Mati”

0
42

BengkuluKito.Com, – Perayaan budaya Tabut Provinsi Bengkulu 2018 resmi digelar, Senin (10/9/2018) malam, dengan prosesi awal hari pertama mengambil tanah. Dalam prosesi itu disebutkan bahwa pesan yang ingin disampaikan adalah mengingat mati

“Pesan yang ingin disampaikan dalam prosesi mengambil tanah ini mengingatkan orang bahwa kita semua akan mati, kembali ke tanah. Itulah pesan yang paling mendasar ingin disampaikan dan diingatkan mengambil tanah,” ucap Ketua KKT Bengkulu, Ahmad Syiafril Syahbuddin, Selasa (11/9/2018)

Disebutkannya, dalam hal pengambilan tanah ini tadinya sebagai bentuk mengenang Al Husein ketika akan berangkat dari Madinah menuju Kuba tapi tidak sampai.

“Sesampainya di Karbela beliau mengambil segenggam tanah dan mengatakan saya berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah ini. Tolong simpan tanah ini di dalam botol kaca, apabila tanah ini berubah menjadi darah, ketahuilah bahwa aku sudah terbunuh,” ceritanya.

Menurut Syiafril, peristiwa itu mengingatkan bahwa Husein mati syahid.

“Orang yang mati syahid itu sebenarnya tidak mati, tetapi kita saja yang tidak menyadarinya,” terangnya.

Diketahui, prosesi budaya Tabut ini digelar menyambut tahun baru Islam 1440 hijriah. Prosesi ini berlangsung selama 10 hari, dengan prosesi pertama mengambil tanah. Ada dua tempat mengambil tanah, yakni kawasan Pantai Nala dan di bawah Benteng Marlborough. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here