Program Pamsimas Rejang Lebong mengancam Kekeringan Sawah Warga

0
48

15 Hektar Sawah Desa Seguring Curup Utara Terancam Kekeringan.

BengkuluKito.Com, –Pembangunan yang dilaksanakan pemerintah hakekatnya untuk mensejahterakan masyarakat, termasuk dengan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Kabupaten Rejang Lebong.

Program ini sudah menjadi program andalan pemerintah dalam penyediaan air minum dan sanitasi.

Sayangnya, tidak banyak petani sawah Desa Kota Pagu Kecamatan Curup Utara yang memiliki lahan di Desa Seguring Kecamatan Curup Utara.

Saat ini, belasan petani sawah akan terancam gagal tanam lantaran sawahnya kekeringan parah akibat pelaksanakan program Pamsimas di wilayah tersebut. 

Kegelisahan para petani ini lantaran program Pamsimas di Kota Pagu mengambil sumber air yang berasal dari mata air sungai TIK Desa Seguring yang selama ini airnya untuk mengaliri sawah-sawah diwilayah tersebut, termasuk sawah belasan warga Kota Pagu.

Bahkan tak tanggung-tanggung sekitar 15 hektar sawah milik warga yang kebanyakan petani asal Desa Kota Pagu terancam kekeringan.

Bahrum (50) warga desa Kota Pagu mengaku, saat ini sudah dibangun saluran penyedot air dibagian hulu yang merupakan tempat mata air sungai TIK yang selama ini menjadi pasokan air untuk sawah petani.

“Kalau airnya disedot dari mata airnya, tentu sawah-sawah akan kering. Selama ini kami mengaliri sawah melalui aliran air TIK, bukan hanya sawah kami, tapi ada sekitar 15 hektar sawah yang juga terancam kering,” ujarnya.

Menurut Bahrun, para petani sebenarnya tidak menentang rencana Program Pamsimas yang juga akan bermanfaat untuk masyarakat setempat khsusunya desa Kota Pagu, hanya saja para petani tersebut minta dikaji ulang lantaran akan berdampak pada mata pencaharian masyarakat setempat.

“Kami ini warga Kota Pagu, Pamsimas ini juga untuk desa Kota Pagu, namun sawah kami ada diwilayah Seguring yang airnya itu dari mata air sungai TIK, makanya kami minta dikaji ulang, akan banyak sawah yang kekeringan nantinya,” tambahnya.

Warga lainnya Arfan menerangkan, selama ini desa tersebut sudah ada program Pamsimas, dengan mengambil sumber air dari lokasi lainnya. Namun kali ini program tersebut diadakan kembali dengan mengambil air di mata air sungai TIK yang menjadi sumber utama pasokan air persawahan dikawasan Desa Seguring.

Selain itu, lanjut Arfan, jika program Pamsimas yang kedua selama ini tidak dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Banyak warga yang tidak tahu jika sumber air yang diambil untuk Pamsimas ini, juga air yang mengaliri areal sawah warga, karena ini tidak ada sosialisasinya,” jelasnya.

Diketahui, sejumlah warga yang sawahnya terancam kekeringan saat ini sudah menyampaikan surat pernyataan dan kepihak desa Kota Pagu, hanya saja sampai saat ini belum ada kejelasannya. (ANG)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here