Kejati Bengkulu Kembali Periksa 3 Saksi Kasus Penyusunan Raperda Limbah

0
52

BengkuluKito.Com, – Kejaksaan Tinggi Bengkulu, kembali memeriksa tiga orang saksi yakni, Staf PT. SKA Adi Argahposa, Abdul Dinilhaq dan Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR.

Ketiganya diperiksa untuk dimintai keterangan terkait kasus Penyusunan Raperda Air Limbah di Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2017 yang menggunakan dana APBN sebesar Rp. 500 juta.

“Dari saksi tersebut Tim penyidik Pidana Khusus Kejati ingin mengetahui tentang teknis penyusunan Raperda air limbah dan mekanisme pengajuan serta pencairan dana APBN sebesar 500 juta yang digunakan dalam kegiatan penyusunan Raperda air limbah,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan. Kamis (6/9/2018) di Kantor Kejati Bengkulu.

Diketahui, satu orang saksi atas nama Azwar Alfian sudah diperiksa beberapa kali oleh Tim Kejati Bengkulu dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp. 300 juta.

“Dalam kasus ini tidak dilihat dari besar kecilnya kerugian negara tetapi modus dalam kasus tersebut yang diduga dilakukan oleh Oknum ASN,” ungkapnya.

Terhimpun, dalam kasus ini Kejati Bengkulu sudah memeriksa 14 orang saksi yang berasal dari Tim tekhnis, pejabat Standar Pelayanan Minimal (SPM), Bendahara Satuan Kerja (Satker), Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman ( PSPLP ), Direktorat jenderal ( Ditjen) Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Tim Pokja 12 Pemerintah Provinsi Bengkulu. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here