Walhi Se-Indonesia Dukung Gugatan Terhadap Gubernur Bengkulu

2
86

BengkuluKito.Com, – Wahana lingkungan hidup (Walhi) Se-Indonesia menyatakan dukungannya terhadap Walhi Bengkulu, atas gugatan yang ditujukan kepada Gubernur Bengkulu.

Dalam hal ini, Gubernur Bengkulu disebut selaku pihak turut tergugat atas kerusakan kawasan hutan dan pencemaran sungai akibat operasi produksi batu bara dikawasan hutan konservasi Semidang Kabu dan Hutan Produksi Semidang Bukit Kabu.

Dalam video yang dibuat Walhi Bengkulu, Direktur Eksekutif nasional (Eksnas) Walhi, Nurhidayati, mengatakan Kamis (6/9/2018), akan dilaksanakan sidang pertama gugatan Walhi pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, juga pihak lainnya terkait dengan perusahaan pertambangan di Bengkulu.

“Kami berharap kepada pengadilan bisa memberi rasa keadilan kepada masyarakat dan juga lingkungan agar perusahaan bertanggung jawab untuk melakukan pemulihan dan rehabilitasi terhadap lingkungan yang tercemar,” ucapnya, Rabu (5/9/2018).

Selain itu, Eksnas Walhi juga meminta kepada pemerintah provinsi untuk bisa lebih efektif lagi mengimplementasikan peraturan-peraturan agar perusahaan tidak melakukan pencemaran lagi dimasa yang akan datang.

Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif Daerah (ED) Sulawesi Tenggara, Saharudin. Dirinya ikut menyatakan dukungannya terhadap kawan-kawan Walhi Bengkulu di dalam upaya melakukan gugatan kepada Gubernur Bengkulu dan PT Kusuma Raya Utama (KRU) untuk melakukan rehabilitasi lingkungan di wilayah konservasi.

Kemudian, Direktur ED Yogyakarta, Halik Sandera, juga menyatakan dukungannya atas gugatan Walhi Bengkulu terhadap Gubernur Bengkulu.

“Mendukung gugatan kawan-kawan Walhi Bengkulu terhadap perbuatan melawan hukum PT KRU dan Gubernur Bengkulu yang diduga melakukan pencemaran dan perusakan lingkungan di kawasan konservasi,” ungkapnya.

“Mendukung teman-teman Walhi Bengkulu yang melakukan gugatan terhadap pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT KRU dan Gubernur Bengkulu. Walhi NTT meminta secara tegas PT KRU dan Gubernur Bengkulu melakukan rehabilitasi terhadap kerusakan lingkungan,” papar ED NTT, Umbu Tamu.

Beberapa ED Walhi lainnya yang memberi dukungan yakni, ED Sumatera Utara, Golfrid S. ED Walhi Jawa Timur, Wahyu Arifin. ED Walhi Sulawesi Tengah, Agus S. ED Walhi Kalimantan Barat, Margareta Koni. ED Walhi Sulawesi Selatan, Muhaimin. ED Walhi Sulawesi Utara, Ardy Budiarto. ED Walhi DKI Jakarta, Sibon.

Menanggapi dukungan tersebut, Manager Kampanye Industri Ekstraktif Walhi Bengkulu, Dede Frastien, menyampaikan ucapan terimakasih atas solidaritas kawan-kawan Walhi se-Indonesia atas dukungannya terhadap keadilan ekoligi di Bengkulu.

“Hal ini menyadarkan kita bahwa kejadian kerusakan lingkungan di Provinsi bengkulu yang kita rasakan puluhan tahun ini adalah akibat industri ekstraktif (pertambangan batu bara). Semoga kedepan, hal ini bisa membuat rakyat Bengkulu dan khususnya masyarakat terdampak sadar, tindakan perusakan itu harus dihentikan. Maka tugas pemerintah lah untuk segera mengakhiri penderitaan ini,” pungkasnya. (Julio)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here