Inspektorat Benteng: Temuan BPK Rp. 9 Miliar Belum Jelas

0
36

BengkuluKito.Com, – Inspektur Inspektorat Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), H. Meizuar, menyebut temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2016 yang menimbulkan Kerugian Negara sebesar Rp. 9 miliar di lingkungan Pemda Benteng belum jelas.

“Nilai Rp. 9 miliar itu kan angka yang belum jelas,” ucapnya usai mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Rabu (5/9/2018).

Kendati membantah temuan BPK yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp. 9 miliar tersebut belum jelas, Meizuar tidak dapat menyebutkan berapa angka pastinya. Ia berdalih hal itu karena ia baru menjabat sebagai Inspektur.

“Saya kan masih baru, jadi jumlah berapa total yang sudah mengembalikan saya lupa jumlahnya, yang jelas sudah banyak yang mengembalikan sesuai dengan perintah dari BPK,” ujarnya.

Disisi lain, dirinya juga mengklaim belum begitu mengetahui permasalahan jumlah keseluruhan yang mengembalikan dikarenakan petugas untuk mengupdate data tersebut berganti-ganti.

“Sekarang kita cek dari awal satu persatu, yang lebih membayar rugi mereka, yang belum membayar rugi negara, jadi seperti itu kendala kita,” jelasnya.

Diketahui, Kejaksaan Tiinggi (Kejati) Bengkulu telah melakukan penggeledahan di Kantor Pemda Benteng. Dalam penggeledahan tersebut, Kejati mencari dokumen-dokumen pendukung terkait temuan BPK yang merugikan negara.

Kemudian, Kejati membawa beberapa dokumen sebanyak 44. Lalu, dari bagian umum Sekda ada 88 oerdner dan 16 map plastik. Sehingga keseluruhan map yang dibawa sebanyak 164 ordner dan 16 map plastik. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here