Bawaslu Segera Tindaklanjuti Laporan Bacaleg Provinsi

0
53

BengkuluKito.Com, – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap, menyatakan segera menindaklanjuti laporan Firdaus Djailani, Bakal Caleg DPRD Provinsi dari Partai Demokrat yang di-TMS-kan oleh KPU Provinsi Bengkulu.

“Kita sudah menerima surat mengenai di-TMS-kannya Firdaus Djailani oleh KPU Provinsi Bengkulu,” ungkapnya, Selasa (4/8/2018) di Kantor Bawaslu Provinsi.

Ditambahkan Parsadaan, Bawaslu Provinsi Bengkulu segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Laporan Firdaus akan segera kita plenokan dulu. Karena memang secara waktu dan objek yang bisa dipakai untuk sengketa adalah Surat Keputusan dan Berita Acara. Sementara beliau tadi hanya menyampaikan surat saja. Beliau tidak melampirkan Surat Keputusan dan Berita Acara,” jelasnya.

Apakah laporan itu bisa langsung diterima atau ditolak, Parsadaan menjawab, secara prinsip setiap pencari keadilan harus diproses. Tidak serta merta laporan itu diterima atau ditolak. Ada mekanismenya.

“Jadi, kami minta semua pihak untuk bisa sabar menunggu hasilnya,” pungkasnya.

Dilain pihak, Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Bengkulu, Chairil Guswendy, mendukung pelaporan yang dilakukan Firdaus Djailani ke Bawaslu Provinsi Bengkulu.

“Memang sudah seharusnya partai mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Firdaus Djailani untuk menguji atau mempertanyakan apakah keputusan KPU men-TMS-kan beliau sudah sesuai,” ungkapnya.

Chairil menjelaskan bahwa mereka bukan menggugat. Karena urusan gugat-menggugat itu sesuai aturan Bawaslu harus ada objek hukumnya berupa keputusan tentang DCT misalnya. Sementara DCT sendiri baru akan ditetapkan tanggal 20 September 2018.

“Kami hanya mempertanyakan saja, apakah KPU men-TMS-kan Firdaus itu sudah benar menurut aturan. Kalau memang sudah benar, ya kita pasti akan legowo. Tapi kalau tidak benar, tentu kita akan mendukung kader untuk mencari keadilan,” demikian Chairil. (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here