Ini Penjelasan Walhi Bengkulu Turut Menggugat Kementerian Kehutanan

0
58

BengkuluKito.Com, – Menjawab pertanyaan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait gugatan Walhi Bengkulu yang ikut menjadikan Kementerian Kehutanan turut tergugat, Manager Kampanye Industri Ekstraktif Walhi Bengkulu, Dede Frastien, menyebut karena BKSDA Unit Pelaksana Tekhnisi Daerah yang merupakan balai vertikal dibawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kenapa kita menggugat KLHK karena BKSDA Unit Pelaksana Teknis Daerah yang merupakan Balai vertikal di bawah KLHK, Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE),” jelasnya, via WhatsApp Selasa (4/9/2028).

Mengapa tidak memilih BKSDA Bengkulu langsung yang digugat tetapi KLHK (Ditjen KSDAE)? Dede menjawab, karena yang mengeluarkan kebijakan tersebut adalah KLHK, sedangkan BKSDA hanya pelaksana tugas di daerah.

Diketahui, Walhi Bengkulu, Rabu (29/8/2018) lalu, mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri terhadap PT. Kusuma Raya Utama.

Kemudian, ikut menjadi turut tergugat yakni, Gubernur Bengkulu, KLHK RI Ditjen KSDAE dalam hal ini Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu, termasuk Bupati Bengkulu Tengah, lantaran dianggap melawan hukum tentang kerusakan kawasan hutan dan pencemaran sungai akibat operasi produksi batu bara dikawasan hutan konservasi Semidang Kabu dan Hutan Produksi Semidang Bukit Kabu. (Julio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here