Walhi Sebut BKSDA Salah Satu Aktor Perusakan Kawasan Konservasi

0
46

BengkuluKito.Com, – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bengkulu menyebut Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu menjadi salah satu aktor terhadap perusakan Das Kemumu dan kawasan konservasi Semidang Bukit Kabu.

Kata Manager Kampanye Industri Ekstraktif Walhi Bengkulu, Dede Frastien, BKSDA ikut digugat bukan tanpa alasan, secara Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya alam dan Ekosistem, memang taman buruh tidak tertuang secara eksplisit didalam regulasi tersebut.

“Namun, berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan sangat jelas bahwa taman buruh merupakan kawasan konservasi dan fungsinya melekat,” ujarnya saat dihubungi via handphone, Senin (3/9/2018).

Menurut Dede, berdasarkan fungsi tersebut tentu jika melihat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, secara kewenangan Taman Buruh Semidang Bukit Kabuh merupakan kewenangan BKSDA yang sudah semestinya menjaga dan melestarikan kawasan tersebut.

“Tetapi kenyataannya, sejak 2009 hingga 2018 BKSDA melakukan pembiaran dengan memberikan akses kepada perusahaan pertambangan untuk melakukan perusakan terhadap hutan konservasi dan kerusakan lingkungan serta pencemaran sungai akibat eksploitasi pertambangan batu bara itu sendiri,” paparnya.

Diketahui, Walhi Bengkulu, Rabu (29/8/2018) lalu, mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri terhadap PT. Kusuma Raya Utama, DLHK Provinsi Bengkulu, Dinas ESDM Provinsi Bengkulu termasuk BKSDA Bengkulu-Lampung lantaran dianggap melawan hukum tentang kerusakan kawasan hutan dan pencemaran sungai akibat operasi produksi batu bara dikawasan hutan konservasi Semidang Kabu dan Hutan Produksi Semidang Bukit Kabu. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here