Perkembangan Dugaan Korupsi BPPKAD Kota, Ini Kata Kasi Pidsus

0
65

BengkuluKito.Com, – Menanggapi perkembangan perkara dugaan korupsi penyelewengan Beban Kerja (BK) di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Bengkulu Tahun 2015 senilai Rp. 500 juta yang terkesan tidak berjalan, Kasi Pidsus Kejari Bengkulu, Oktalian Darmawan, menegaskan pihaknya masih menyempurnakan berkas perkara dan memperkuat pembuktian.

Kata Oktalian, untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut penyidik masih melakukan proses penyempurnaan berkas perkara dan memperkuat pembuktian. Jadi bukan vakum atau tidak berjalan. Kalau semua alat bukti cukup dan sudah mewakili, baru pihaknya menetapkan tersangka dalam kasus dana BK ini.

“Kita tim penyidik kejari dalam hal ini perlu pertimbangan untuk menetapkan orang sebagai tersangka. Karena untuk menetapkan orang sebagai tersangka itu tidak mudah,” ungkapnya, Jum’at (31/8/2018) di Kantor Kejari Bengkulu.

Dijelaskannya, dalam perkara ini penyidik membutuhkan tiga saksi ahli. Setiap hari pihaknya terus berkoordinasi dengan BPKP, BPK dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Untuk Kemendagri kita sudah mengirimkan email Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai ahli dalam perkara ini. Hingga saat ini pihak Kemendagri masih dalam proses menjawab email yang telah dikirimkan beberapa waktu lalu itu,” jelasnya.

“Jadi, kita bidang Pidsus Kejari Bengkulu, dalam perkara ini bukan diam atau bukan vakum. Tetapi, masih dalam penyempurnaan berkas perkara. Kalau semuanya sudah lengkap dan kuat, segera kita tetapkan tersangka dan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri untuk disidangkan,” tambah Oktalian.

Menurut dia, hingga sekarang untuk keterangan saksi dalam kasus ini sudah dinyatakan cukup, demikian juga dengan Kerugian Negara (KN) juga sudah ada dan sudah diterima pihaknya.

“Kalau keterangan saksi sudah cukup dan bisa mewakili, BAP ahli dari Kemendagri sudah selesai, maka kita segera melakukan ekspos ditingkat pimpinan,” tutupnya. Oktalian. (CW3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here