Lagi, Kejati Periksa Dua saksi Kasus Dugaan Korupsi Penyusunan Raperda Air Limbah

0
47

Bengkulukito.Com, – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, kembali memeriksa dua orang saksi dalam kasus dugaan korupsi Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Air limbah Domestik di Bengkulu Utara Tahun 2017 yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 500 juta.

Mereka yakni, Pejabat SPM Satker PSPLP Nurhayani dan Bendahara Satker PSPLP Ditjen Cipta Karya Kementerian PU Provinsi Bengkulu, Nihan.

Kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan, pemanggilan kedua saksi terkait pengembangan kasus tersebut dan akan terus dilakukan pemanggilan saksi-saksi lainnya.

“Kita akan terus melakukan pemanggilan saksi dalam kasus dugaan korupsi tersebut,” ujarnya, Jum’at (31/8/2018).

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu telah memeriksa enam orang saksi lainnya yakni selaku anggota tim tekhnis Rosdiana, Sri Monlati, Sri Puji Astuti, M husni, Egi Yuniarto, dan tim akademisi Tri Andika.

Terhimpun, kasus tersebut berawal dari pelelangan air limbah yang dimenangkan PT SKA. Kemudian dalam pelaksanaannya diketahui tidak dikerjakan oleh PT SKA melainkan dikerjakan Pejabat Pembuat komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PSPLP) Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementrian PUPR Berinisial AZ.

Dalam kasus ini, diduga kerugian keuangan negara mencapai Rp. 300 juta. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here