Enam Saksi Diperiksa Dugaan Korupsi Penyusunan Limbah

0
79

Bengkulukito.Com- Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, memeriksa enam saksi untuk dimintai keterangan dalam kasus dugaan korupsi Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) air limbah di Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2017 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 500 juta rupiah.

Keenam saksi yang diperiksa, yakni Rosdiana Anggo tim Teknis, Sri Monlati Anggota tim tekhnis, Sri puji Astuti anggota tim tekhnis, M Husni selaku anggota tim tekhnis, Egi Yuniarto selaku anggota tim tekknis, dan Tri Andika selaku tim akademisi.

Asisten tindak pidana khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan membenarkan telah dilakukan pemeriksaan terhadap enam saksi tersebut.

“Iya benar, kita melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi, dengan harapan dari keterangan saksi ini nantinya tim dapat segera menyimpulkan pihak-pihak mana saja yang harus bertanggung jawab,” ujarnya, Kamis (30/8/2018), di Kantor Kejati Bengkulu.

Diketahui, kasus tersebut berawal dari pelelangan air limbah yang dimenangkan PT SKA. Kemudian dalam pelaksanaannya, ternyata tidak dikerjakan oleh PT SKA melainkan dikerjakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PSPLP) Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementrian PUPR berinisial AZ.

Selanjutnya, Tim khusus (Timsus) Pidana khusus (Pidsus) Kejati Bengkulu pun telah resmi menaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan dan akan segera menetapkan tersangka.

“Kurang lebih tiga minggu tim melakukan penyelidikan dan saat ini sudah naik statusnya menjadi penyidikan. Kita akan segera tetapkan tersangka,” tutupnya. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here