Aspidsus: Anggaran Memang Tidak Seberapa, Tapi Modusnya Banyak Mark Up

0
43

BengkuluKito.Com, – Asisten tindak pidana khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan, menegaskan dugaan korupsi Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Air Limbah Domestik di Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2017 dengan anggaran Rp. 500 juta memang tidak seberapa, namun modus yang dilakukan itu banyak Mark Up.

“Jumlah anggarannya memang tidak seberapa. Cuma modus yang dilakukan ini banyak Mark Up. Dia yang melakukan lelang, mendapatkan pekerjaan, dan dia juga yang mengerjakan. Padahal kegiatan tersebut sudah dilakukan pelelangan,” ucap Henri, Kamis (30/8/2018) di Kantor Kejati Bengkulu.

Dia menyebutkan, tim penyidik serius menangani kasus kegiatan Penyusunan Raperda Air Limbah Domestik ini. Tiga minggu dilakukan penyelidikan hingga sekarang kasus itu resmi naik ke penyidikan dan segera ditetapkan tersangka.

“Ya, proses penyelidikan perkara ini kurang lebih tiga minggu, sekarang sudah memasuki minggu ke empat. Perkara tersebut sudah resmi naik statusnya ke penyidikan, mudah-mudahan minggu depan sudah menetapkan tersangka,” ujarnya.

Dijelaskan Henri, kegiatan rencana penyusunan Raperda ini berdomisili di Kabupaten BU. Namun yang menjadi permasalahan yaitu perencanaan kegiatan penyusunan Raperda tersebut.

“Perencanaan tersebut dilakukan oleh Satker Kementrian Cipta Karya PUPR Provinsi Bengkulu,” katanya.

Masih menurut Henri, seharusnya selaku PPK itu melakukan pengawasan pada pekerjaaan tersebut dan bukan sebagai pekerja. Sementara perusahaan yang memenangkan kegiatan tersebut sudah ada.

“Ya, PPK dalam hal ini yang menjadi pelaksana, bukan melakukan tugasnya sebagai PPK yang melakukan pengawasan dalam kegiatan tersebut. Mudah-mudahan minggu depan kita segera menetapkan tersangka,” demikian Henri.

Diketahui, anggaran kegiatan penuyusunan Raperda tersebut bersumber dari APBN Kementerian PU dengan jumlah anggaran Rp 400 Juta lebih. Sesuai dengan hasil penyelidikan Kejati Bengkulu, diduga kegiatan itu telah merugikan negara Rp 300 Juta. (CW3).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here