Mitra Grab: Konsumen Angkot dan Grab Itu Beda Segmen

0
131

BengkuluKito.Com, – Menanggapi aksi yang digelar Aliansi Angkot 5 Warna terkait keberadaan Grab atau ojek online di Provinsi Bengkulu, salah satu Mitra Grab (pengendara mobil/motor), mengatakan kalau sebenarnya dari segi segmen konsumen atau penumpang antara angkot dan Grab itu berbeda.

“Kita sih sah-sah saja para sopir angkot melakukan aksi demo, karena menyampaikan aspirasi, itu hak semua warga negara. Namun, kalau ditelaah dan dikaji secara detail, kita beda di segi segmen konsumen,” tulis salah satu Mitra Grab Bengkulu yang tidak ingin disebutkan namanya.

Walaupun ada yang sama, lanjutnya, tapi secara keseluruhan berbeda. Pihak angkot segmen konsumen berada di pasar-pasar, di terminal, anak sekolah, pusat-pusat perbelanjaan. Sedangkan Grab segmennya ada di perumahan-perumahan masuk gang yang tidak bisa dilalui angkot, anak-anak sekolah yang rumah jauh dan tidak terjangkau angkot. Kemudian, UKM online dan pemesanan barang maupun makanan.

“Jadi kalau kita merujuk kemauan sopir-sopir angkot, alangkah baiknya pilihan itu dikembalikan ke masyarakat Bengkulu, karena yang menjalankan roda perekonomian Bengkulu adalah masyarakat bengkulu itu sendiri,” sebutnya, Selasa (28/8/2018).

Ditambahkan Mitra Grab, jangan mempersulit masyarakat dalam transportasi jika ingin Bengkulu menjadi kota yang maju. Biarkan masyarakat memilih transportasi mana yang akan mereka gunakan.

“Jika Grab ditutup, usaha UKM makanan dan minuman, baik online maupun offline di Bengkulu akan terkena imbas susah untuk berkembang dikarenakan susahnya mencari pengantar/kurir ke konsumen. Susahnya masyarakat di pinggiran kota yang butuh transportasi yang cepat dan nyaman untuk sampai ke tempat kerja atau tujuan lain, termasuk susahnya karyawan yang pulang larut malam untuk kerumah karena ketidakadaan transportasi,” paparnya.

Masih menurut Mitra Grab, jika ditutup berapa ratus Mitra Grab yang akan jadi pengangguran yang 1×24 jam mereka curahkan ke Grab? Berapa ratus Mitra Grab anak kuliahan yang akan membebankan orang tua lagi karena biaya hidup sepenuhnya kembali meminta kepada orang tua.

“Harapan kita sebagai Mitra Grab semoga Grab tetap ada di Bengkulu, karena secara tidak langsung Grab ikut menjadi pemutar roda perekonomian di Bengkulu. Semoga pemerintah Provinsi bengkulu segera dapat mencari solusi yang tepat agar kekisruhan ini segera berakhir tanpa memutus, menghentikan, atau menutup Grab di Bengkulu,” tutupnya. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here