SIL Tetap Berkomitmen Terima Sawit Masyarakat

Pabrik CPO lain tidak menerima sawit masyarakat, akibatnya antrian membludak di PT.SIL

Girimulya, PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) membantah pemberitaan disalah satu media online telah rugikan masyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh GM PT.SIL bapak MP Prayudi. Pada prinsipnya ketentuan itu adah standard normal dan biasa berlaku disemua pabrik. Hingga saat ini SIL masih menerima pembelian sawit dari masyarakat sekitar terutama Kecamatan Girimulya dan Padang Jaya.

“Antrian panjang sampai bermalam-malam itu sebenarnya terjadi karena pabrik-pabrik CPO lain sudah tidak menerima lagi sawit masyarakat karena kapasitas pengelolaan sudah over capacity dan kemungkinannya ada juga permasalahan rendemen yang tinggi ataupun daya tampung tangki stock CPO sudah lebih sementara kontrak pembeli belum pengapalan. Jadi jangan berasumsi atau suudzon jika terjadi antrian untuk pemasok buah sawit” ujar MP Prayudi melalui WA.

Tambahnya, karena banyaknya pabrik tidak menerima itu sedangkan kami tetap terima mengakibatkan antrian semakin banyak, dan kapasitas pabrik kita juga terbatas.

“Ya.. kalo pabrik itu manusia dia bisa menjerit minta tolong loh.. karena operasinya kita 24 jam nonstop dan setiap produksi harus dimasukkan kedalam tangki stock, nah ini kan nggak dipahami oleh masyarakat kita.. taunya mereka koq ngantri sampai bermalam-malam..? Jadi bukan buat aturan untuk dilanggar, point 2 itu jangan disalahkan semata-mata, ketika masyarakat datang membawa buah segar dan sudah melapor dan ngantri, meskipun buah sawit tidak segar lagi, tetap kita terima, tapi ┬ákalo sudah layu (susut) buahnya itu jangan disalahkan kami karena bukan masyarakat saja yang rugi, ya kami juga rugi karena nggak maksimal hasil yang kami dapatkan dari buah yang sudah tidak segar lagi itu” urai MP Prayudi.

Disisi lain, Pak Yudi menjelaskan bahwa sampai saat ini SIL tetap menerima produksi sawit petani dan bukan hanya di Kecamatan Girimulya dan Padang Jaya saja, sudah banyak kita terima dari kabupaten lainnya. disamping SIL mengelola buah sendiri.

“Banyak hal positif yang sudah kami lakukan buat masyarakat sekitar, jangan dilihat saat ini, tapi harus dilihat dampak dari sebelum dan sesudah serta yang akan datang buat masyarakat. Kalo dilihat saat ini ya karena situasi dipabrik dan ini hanya situasional” imbuhnya.

“Masalah kenaikan dan turun harga sawit harus dipahami faktor-faktor lainnya juga. Kita semua tahu harga CPO dipengaruhi pada kebijakan pasar internasional, belum lagi biaya-biaya produksi dan transportasi, jadi jangan berpikir harga pabrik tidak berhubungan dengan faktor lain. Saya sepakat pemerintah daerah bisa membantu terkait masalah ini, tapi jangan juga berpikir negatif dan menuding kami merugikan masyarakat” tutupnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *