Diduga Lecehkan Staff, Ketua Panwascam Argamakmur akan dilapor ke Polisi

Argamakmur, Seorang Perempuan yang pernah bekerja sebagai staff Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) Arga Makmur inisial LN mendatangi Reskrim Mapolres Bengkulu Utara didampingi Kuasa Hukumnya Julisti Anwar, SH.

Penyebabnya bukan adanya pelanggaran pemilu, namun mereka bermaksud konsultasi dan koordinasi terkait adanya dugaan LN menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan sang Ketua Panwaslucam berinisial IW.

“Kami datang ke Mapolres Bengkulu Utara ingin berkonsultasi awal dulu atas adanya dugaan  perlakuan pelecehan seksual terhadap klien saya. Dan hasil konsultasi tadi kami akan menyiapkan bukti-bukti terkait peristiwa ini dan akan melaporkan secara resmi” urai Julisti sembari keluar dari ruangan Reskrim.

Ditambahkan pengacara yang akrab disapa Yulis ini, “Berdasarkan keterangan klien saya, bahwa peristiwa ini sebenarnya terjadi pada bulan Ramadhan yang lalu  saat itu klien saya berusaha mengamankan handphone milik terlapor, namun Terlapor malah mengancam akan melaporkan klien saya dengan dugaan pencurian. Dari ancaman tersebut klien saya merasa tertekan dan ketakutan. Kondisi itu ternyata dimanfaatkan oleh Terlapor melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Dari pengakuan klien saya, kerap kali Terlapor berusaha untuk memeluk dan mencium. Malah lebih parahnya Terlapor mengajak bobok bareng. Ajakan ini ditolak oleh klien saya dan memilih untuk melaporkan perbuatan-perbuatan Terlapor.

“Perlakuan pelecehan seksual didalam lingkup pekerjaan sering terjadi disemua tempat, jadi ini merupakan sekian peristiwa pelecehan terhadap perempuan, perempuan selalu saja menjadi objek karena posisinya sebagai staff atau bawahan yang “dikuasai” oleh atasannya. Untung saja klien saya kuat dan tidak menuruti keinginan atasannya, dia lebih baik memilih hilang pekerjaan daripada dilecehkan, bagaimana mereka petempuan-perempuan lainnya yang ditakuti akan hilang pekerjaan? Makanya peristiwa ini jangan hanya dipandang sebagai kasuistik saja, tetapi harus dilihat klien saya sedang berjuang mempertahankan kehormatan dan harga dirinya sebagai petempuan” urai Julisti Anwar,SH yang dikenal dikalangan aktivis perempuan ini.

Setelah Melapor ke Polres, IW akan dilaporkan ke BAWASLU atas pelanggaran etika Penyelenggara Pemilu.

Dijelaskan Listi, setelah kami melapor ke PPA Reskrim Polres  nanti, kami akan tindaklanjuti melaporkan juga ke BAWASLU Kabupaten Bengkulu Utara dan Propinsi Bengkulu, bila memang pihak bawaslu kabupaten dan propinsi tidak segera menindak,  kita laporkan juga ke BAWASLU RI.

“Dugaan perbuatan pelecehan ini sudab mencoreng pihak bawaslu, jadi harus ada tindakan tegas dari mereka, locus delictie (tempat kejadian) di kantor Panwascamlu loh… ini kan berarti pada lingkup menjalankan pekerjaan dan tugas” tegas alumni Fakultas Hukum UNIB ini.

Setelah konsultasi, pihaknya akan melengkapi bukti-bukti termasuk SMS, saksi-saksi dan kronologis terkait peristiwa ini.

“Ini panggilan profesi saya sebagai advokat perempuan dan kewajiban moral saya untuk membantu perempuan yang menjadi korban kekerasan ataupun pelecehan, kita harus bersama memberikan pelajaran bagi perempuan untuk tidak menambah korban-korban lagi ditempat kerja. Lagi pula upaya ini bukan membuka aib, tapi lebih upaya melindungi harga diri perempuan” tutup Julisti Anwar,SH  (USA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *