Manusia Demokratis, Menghormati Hak dan Kewajiban Sesamanya

Perilaku manusia terpancar dan didasari oleh pemahamannya tentang kehidupan, alam semesta dan juga manusia serta akumulasi hubungan dari ketiganya yang saling berkait dengan masa sebelum dan sesudahnya.

Sehingga tidak ada cara lain untuk mengubah tingkah-pola setiap manusia selain dengan mengubah jalan fikirannya.

Maka yang musti dilakukan adalah upaya memerdekakan pemikiran dari segala “penjara informasi” yang merusak system berfikir manusia melalui berbagai medium (penglihatan dan pendengaran) yang memungkinkan.

Mengeluh itu sesungguhnya pekerjaan terberat. Ia membuang energi begitu besar, akan tetapi tidak menghasilkan apa-apa? mengapa tidak kita mulai dengan membuka mata lebar-lebar, dan mulai mencari potensi apa yang bisa menghasilkan dan meningkatkan nilai ekonomi keuangan, dengan cara memanfaatkan ruang yang ada di sekitar kita.

Yang perlu di lakukan oleh masing-masing individu bangsa adalah secepatnya menyadari kembali posisi diri dan potensi diri,  sehingga mampu menyesuaikan diri dengan kenyataan yang ada terjadi saat ini.

Dengan demikian masing-masing individu rakyat dapat terus melakukan kreasi dan inovasi positif untuk tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Mari kita tanyakan kepada diri kita masing-masing,  saat ini kita sudah bisa apa ? dan mau berbuat apa ? setelah itu baru tentukan langkah awal dan cara memulainya.

Individu-individu yang bebas, percaya diri dan kreatif akan mendorong kesejahteraan negara, sebab, ukuran kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat atau pun individu hanya diketahui oleh dirinya sendiri, bukan oleh pemerintah melalui subsidi, dana sosial dan lain sebagainya.

Lalu dimanakah peran pemerintah ? Peran pemeritah adalah memberikan jaminan hukum dan iklim yang kondusif bagi kebebasan berekonomi, bekerja dan berkreativitas kepada segenap rakyatnya.

Kebebasan tersebut akan membuat setiap insan giat beraktivitas serta membawa mereka pada persaingan yang bebas dan sehat, masing-masing individu dapat mencari kebahagiaan dengan caranya sendiri tanpa harus melupakan hak dan kewajibannya sebagai warga sebuah negara.

Namun kebebasan kerap dipahami secara negatif oleh sebagian orang serta dikonotasikan sebagai hidup tanpa aturan, hidup yang a-sosial, hidup semau-maunya dan sesuka hatinya dan tak jarang berujung pada perbuatan buruk serta merugikan.

Kebebasan tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab, faham demokrasi sangat menyadari bahwa manusia adalah bebas, manusia memiliki hak yang sama antara satu dengan yang lain, kesadaran pada kebebasan individu tersebut akan membuat manusia menghargai kebebasan masing-masing dan menghormati hak kewajiban sesamanya.

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.

Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara. Demokrasi juga merupakan seperangkat gagasan dan prinsip tentang kebebasan beserta praktik dan prosedurnya. Demokrasi mengandung makna penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia.

Sadar bahwa dirinya bebas, berarti sadar bahwa mereka memiliki tanggung jawab penuh terhadap dirinya, kesadaran ini akan membuat individu dapat mengontrol dirinya sendiri, dan mengetahui apa yang menjadi kewajibannya, kesadaran bahwa setiap orang itu bebas akan menghadirkan sikap bijaksana ketika menghadapi orang lain, bahkan lebih jauh lagi.

Penghargaan pada kebebasan orang lain justru akan melahirkan komunitas manusia-manusia bebas yang lebih saling menghargai dan lebih saling mengisi, jadi akan menjadi relevan jika kebebasan mengarah pada sikap individual ekstrim?

Sebaliknya, prinsip penghargaan terhadap kebebasan orang lain akan menjaga hubungan individu tersebut dengan orang lain.

Dari berbagai sumber
Penulis: Freddy Watania
Editor: Riki Susanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *